Larangan Pemerintah Menangkap Lobster Membuat Nelayan Menjerit
“Warga Messah sungguh menyayangkan kebijakan yang hanya melarang tanpa solusi,” keluh H Rasyid kepada Natalius Pigai.
Jeritan lainnya terkait kesulitan air bersih. Pulau Messah dipastikan tanpa sumber air tawar entah di permukaan tanah atau kandungan air tanahnya.
Kebutuhan air bersih bagi segenap warga Messah, harus didatangkan dari daratan Flores di Labuan Bajo. Karenanya, air bersih menjadi komoditi berharga mahal. Setiba di Messah, satu jerigen air (5 liter) dipasarkan seharga Rp4.000. Normalnya, setiap keluarga membutuhkan sedikitnya 35 liter air (7 jerigen) per hari. Itu berarti pengeluaran setiap keluarga hanya untuk kebuhutan air bersih per harinya paling sedikit Rp28.000, atau kurang lebih Rp900.000 per bulan.
Diperoleh keterangan, sebenarnya sejak awal tahun ini sudah tersedia sebuah kapal khusus melayani kebutuhan air bersih bagi warga Messah dan sekitarnya. Sayangnya, sekitar sebulan belakangan kapal khusus itu sudah menghilang entah ke mana.
Tulis Komentar